Hingga Senin (2/11/2026), setidaknya ada tiga persoalan yang masih menggantung. Keluarga mengaku belum menerima bantuan dari rumah sakit maupun pemerintah daerah. Perkembangan evaluasi Dinkes P2KB belum disampaikan secara terbuka. Sementara itu, pembicaraan mengenai perdamaian masih berhadapan dengan pengakuan berbeda dari keluarga inti.

 

Di tengah semua itu, H. Hayat masih menunggu jawaban rumah sakit. Hj. Hayati berusaha mengikhlaskan kepergian anaknya. Sementara H. Asnawi masih mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi terhadap cucu semata wayangnya.

 

Mereka tidak meminta Dani kembali. Mereka hanya ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi sebelum anak yang dicintainya meninggal dunia.

 

Dani memang telah dimakamkan. Cita-citanya untuk menuntut ilmu ke Mesir telah terhenti. Wisuda yang seharusnya menjadi kebanggaan keluarga telah berlalu tanpa kehadirannya.

 

Namun, pertanyaan tentang kematiannya belum selesai.