Salah satu sorotan utama dalam penghargaan tahun ini adalah keberhasilan Malaysia yang kembali mempertahankan prestasinya. Negara jiran tersebut sukses meraih Diamond Award untuk kelima kalinya secara berturut-turut.
Menteri di Jabatan Perdana Menteri Malaysia, Dr. Zulkifli Hasan, menyebut pencapaian itu sebagai bukti keberhasilan tata kelola yang dijalankan Lembaga Tabung Haji bersama seluruh petugas kesehatan dan kebajikan yang terlibat dalam pelayanan jemaah.
Menurutnya, kekuatan utama sistem pengelolaan haji Malaysia terletak pada kemampuan menggabungkan pendekatan konvensional dengan teknologi modern. Salah satunya melalui pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) serta aplikasi digital e-TAIB yang mampu menjawab berbagai pertanyaan jemaah secara langsung dan real time.
Selain itu, program Green Hajj, kampanye kebersihan, serta evaluasi menyeluruh setelah musim haji berakhir menjadi faktor penting yang menjaga konsistensi kualitas layanan dari tahun ke tahun.
Pada kesempatan yang sama, Arab Saudi juga mulai mengarahkan perhatian pada penyelenggaraan musim haji berikutnya. Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Dr. Tawfiq Al-Rabiah, menyerahkan dokumen pengaturan awal kepada kantor-kantor urusan haji dari berbagai negara sebagai tanda dimulainya persiapan musim haji 1448 Hijriah.
Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat proses penyelesaian kontrak, pengaturan layanan, serta koordinasi teknis sehingga seluruh kebutuhan jemaah dapat dipersiapkan lebih matang sejak dini.
Dr. Al-Rabiah menegaskan bahwa keberhasilan operasional haji tahun ini merupakan hasil dukungan penuh kepemimpinan Arab Saudi serta sinergi seluruh lembaga yang tergabung dalam Komite Tinggi Haji. Menurutnya, kolaborasi tersebut sejalan dengan target besar Visi Kerajaan Saudi 2030 yang menempatkan peningkatan kualitas pelayanan jemaah sebagai salah satu prioritas utama.