Selain faktor ekonomi, meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah turut memperkuat posisi dolar AS sebagai aset aman, sehingga memberikan tekanan tambahan bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
"Rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS yang menguat tajam setelah data pekerjaan AS yang lebih baik dari perkiraan. Eskalasi baru di Timur Tengah juga ikut mendukung penguatan dolar AS dan menekan rupiah," kata Lukman sebagaimana dikutip dari berbagai sumber.
Untuk perdagangan hari ini, Lukman memperkirakan rupiah bergerak dalam kisaran Rp18.000 hingga Rp18.150 per dolar AS, dengan sentimen eksternal masih menjadi faktor utama yang menentukan arah pergerakan pasar.