Tuntutannya tegas, pengembalian dana pensiun yang selama enam tahun dipotong serta penghentian pemotongan yang disebut masih berlangsung hingga saat ini.
Suasana sempat memanas ketika keluarga korban berupaya menemui pimpinan cabang saat ini, Ali Topan.
Namun yang bersangkutan tidak berada di kantor. Mereka kemudian diterima perwakilan manajemen, tetapi belum memperoleh kepastian mengenai tuntutan pengembalian dana yang diajukan.
Bagi keluarga korban, fakta tersebut semakin menguatkan keyakinan bahwa persoalan ini belum benar-benar selesai. Bahkan setelah tujuh tahun berlalu.
Aliansi Media Partner (AMP) sebelumnya juga telah mengirimkan surat konfirmasi kepada pimpinan BRI Sumenep saat ini.
Sejumlah pertanyaan diajukan, mulai dari mekanisme kredit SK pensiun, struktur pengawasan kredit pada saat perkara terjadi, hingga peran sejumlah nama yang muncul dalam persidangan.
Namun hingga berita ini ditulis, belum terdapat penjelasan resmi yang diterima redaksi.
Ketiadaan jawaban itulah yang membuat ruang spekulasi publik terus membesar. Bukan semata soal siapa yang bertanggung jawab atas kredit yang dipersoalkan, melainkan juga mengenai bagaimana sistem pengawasan internal bekerja ketika laporan korban sudah masuk sejak bertahun-tahun lalu.
Hajar Sasongko kembali menjadi relevan untuk dibahas