Bukan karena ada putusan hukum yang menyebut keterlibatannya. Bukan pula karena ada tuduhan pidana yang diarahkan kepadanya.

 

Melainkan karena pada saat perkara ini mulai dilaporkan dan menjadi perhatian hukum pada 2019, Hajar merupakan pimpinan tertinggi BRI Cabang Sumenep.

 

Sebagai pemegang kendali manajerial cabang saat itu, publik memiliki kepentingan untuk mengetahui bagaimana respons internal yang dilakukan ketika seorang nasabah melaporkan dugaan kredit yang menurut pengakuannya tidak pernah dia ajukan.
 

Apakah ada investigasi? Apa hasilnya?

Siapa yang diperiksa? Apakah ditemukan pelanggaran prosedur? Dan mengapa setelah tujuh tahun berlalu, berbagai pertanyaan mendasar tersebut belum terjawab secara terbuka? Hingga hari ini, pertanyaan-pertanyaan itu masih menggantung.

 

Sementara persidangan terus berjalan dan satu per satu nama mulai muncul dari balik sistem perbankan yang selama ini tertutup rapat.